BERMANDI AIR MATA

Sadis sekali dirimu!
Kau hina aku sepanjang kau mau
Caramu sungguh buatku mati
Kejam dan Angkuh adalah bahasamu

Aku terasa hidup bersama tumpukan bara api
Air mata tak pernah hilang dari nadi hidupku
Bersama dengan kesedihan diriku diirisnya
Tangisan pun mewarnai langkah kaki

Aku hidup tak lebih sekedar hanya berbuskus daging
Badanku penuh dengan goresan luka dan air mata
Adalah air mata kesedihan yang datang
Aku hanya berharap keajaiban segera tiba

Sambil mengepalkan tangan tapi tiba-tiba aku tak kuasa
Lantaran perih yang kurasakan teramat pedih
Mungkinkah aku masih bisa melihat kebahagian
Bersama orang yang aku cintai disana

Ataukah selamanya aku akan tetap disini
Sampai akhirnya maut menyambutku
Tapi rasa yang lebih masih terdapat padaku
Adalah ingin tinggal diistama sampai senja nanti
0 Responses