Sejak bergulirnya orde lama kata reformasi selalu dikaitkan dengan Negara demokrasi segala format diganti mulai dari pemerintah hatta kepada daerah sekalipun seakan-akan semuanya serba aturan, konon didalam Negara demokrasi kebebasan menjadi patokan dalam artian bebas(yang benar) dalam segala hal baik berpendapat, menentukan nasib dan pandangan hidup adalah bebas memilih.tetapi realitas justru jauh dari Negara demokrasi yang menjunjung hak asasi manusia (HAM) dimana seseorang masih dibatasi dalam berekspresi, berpendapat hanya sekedar wacana untuk melawan argumentasi inilah sebabnya mengapa yang benar seringkali disalahkan ini tak lepas dari faktor kepentingan kelompok yang tentunya ada kekuatan yang mendukung jalannya siasat yang sesat.. maka dari pada itu sejatinya kita masih harus mencari konsep Negara demokrasi yang memang benar-benar sesuai dengan landasan pancasila karena Negara demokrasi yang kita kenal di Negara lain tidak mencerminkan demokralisasi yang baik untuk penduduknya. Barangkali Negara yang baik dalam konsep (Islam) adalah selalu mengedepankan kapentingan rakyatnya bekerja untuk rakyat dan hasilnya dirasakan bersama,kita perhatikan bantuan-bantuan dari pemerintah dengan alasan mengurangi kemiskinan tak berujung dengan kata lain belum bisa menyelesaikan masalah justru menambah persoalan baru dan sepertinya belum adanya berubahan yang serius malahan yang terjadi meresahkan rakyat yang nota bene miskin (tidak merata). Mereka masih harus menunggu sampai berjam-jam ditempat pengambilan bantuan sampai-sampai tidak melaksakan kewajibanya terhadap tuhan-Nya sebagai hambaNya (ibadah) dari saking lamanya menungu panggilan(antrian panjang) sehinnga hal ini membuat merka bosan dan apatis terhadap pemerintah. Kalau menurut hemat saya fenomena semisal ini bukan disebut bantuan melainkan adalah penjajahan karakter orang-orang miskin, bantuan adalah hak sepenuhnya untuk mereka ”dari rakyat untuk rakyat” bukan menjadi pahlawan dengan iming-iming bantuan dari pemerintahan, fungsi pemerintah adalah sebagai wakil dan pelayang rakyat bukan raja juga bukan tuhan yang memilki kekuasaan mutlak. Disadari atau tidak ini adalah keniscayaan hidup yang merupakan bagian dari pemerintah Negara harus memilki pandangan yang pasti serta ideologi yang mengacu kepada UUD 1945 yang terlapir dalam pancasila sehingga masing masing kita percaya bahwa pancasila adalah cerminan hidup berbangsa dan bernegara yang mengedepankan kepentingan bersama, tetapi kita juga tidak boleh menyalahkan pemerintah karena tidak sedikit dari mereka juga mengorbankan hidupkan demi memperjuangkan rakyat sampai untuk keluarganya saja jarang diperhatikan, yang terpenting sekarang bagaimana Negara memberikan kepastian kepada rakyatnya sebagagai Negara yang memperjuangkan demokrasi buaka menjanjikan ketidak pastian.

.jpg)
ya silakan komen yukkk
komen yukk apa aspirasi MU BG"'