AYAH, ENGKAU YANG TAK TERTANDINGI
Jerih payahmu menuntunku pada sebuah batas pendidikan
Kau yang tak pernah menyerah akan kerasnya hidup
Untuk memberiku jembatan kebahagiaan
Aku sadar sebagai anakmu belum memberikan sepenuh hati
Tapi suatu saat nanti aku akan curahkan segalanya
Pengabdian yang tulus samapai usia senja
Doaku senanatiasa bersamamu
Ayah, yang tak tertandingi
Adalah bak nafasku
Aku tahu setiap langkahmu tentu suci
Kau tak pernah mengeluh
Kau tak pernah berhenti mengejar karunia Allah
Bagiku kau adalah kekasih yang terindah
Saat aku masih ingat dirimu
Berjalan demi masa depanku
Dan air mata ini selalu menjadi teman curhatku
Seakan kau ada di dekatku
Ayah…..
Cintaku semoga menjdi impian tuk mengabdi padamu
Disepanjang usia
Aku akan selalu mengenangmu
Memahat namau dalam hati yang rindu
TANGISAN YANG TULUS
(DARI IBU)
(1)
Sepertiga malam yang kelam
Ada cahaya menyapa rumahku
Wajah penuh harapan bersujud
Menangis tanpa desahan nafas
Doa-dao terus melayang ke langit
Berharap tuhan mengamini
(2)
Mulutnya tak pernah berhenti
Memuji dan mengaji tangan kanannya
Memutar-mutar biji tasbih
Subhanallah, astaqfirullah,
bacaan-bacaan itu terus dilantunkannya
dengan penuh khidmat
Dan aku mula mengerti
(3)
Tak sedikit ia keluhkan pada tuhan
Termasuk untuk masa depan putra-putranya
Apa yang dimiliki segalanya dikorbankan
Tulus dalam menyayangi anak-anaknya
Dia adalah ibu yang sabar
Dia adalah mahkota
Dia adalah guru besar
Dan yang paling penting
Dia adalah hidupku
JEJAKMU ABADI
Berjuta makna dan kata
Kau ajarkan saat menjelang siang dan malam
Kalimat-kalimat mengalir deras
Seakan tak kenal simbol-simbol
Tausyiyah, fatwah dan petuah
Mengisia hari-hari tal terlewati
Kau bangun sikap serta kepribadiaanku
Lewat ajaran moral dan akhlak
Bak tanah gersang bermandikan hujan
Dua puluh liama tahun
Aku menjalani kehidupan
Penuh suka cita bersamamu
Saat malam hadir kisah-kisah sejarah kau dongengkan
Terima kasi ibu………….
WAHAI PAHLAWANKU
(untukmu ayahku)
Semoga kesejahteraan senantiasa bersamamu
Semoga Allah yang maha esa bekehendak
Memberimu kedamaian
Pahlawanku, lantaran jerih payahmu aku sampai disini
Tapi aku masih sedih
Karena engkau belum minta apa-apa
Tapi semoga doa-doaku menjadi
Penebus segalah keringatmu
Wahai pahlawanku
Kau telah ajarkan aku
Melukis sejarah kehidupan
Kau juga yang telah mendidikku
Menjadi orang yang tegar
Bila raut wajahmu menghampiri angan-angan
Kau selalu tersenyum
Kau selalu mengajarkanku mawas diri
Wahai pahlawanku
Hari ini aku ingin mendeklarasikan pada jiwa
MEARDAEKA….!!!
ENGKAU PATUT AKU TELADANI
Ayah, aku amat mengagumimu
Sejak kecil kau tak bosan menghiburku
Hingga detik ini pun kau tetap
Aku berdoa pada tuhan yang memiliki segalanya
Agar kau dirikan anugearah yang tinggi
Andai kata aku diberi pilihan
Dan kesempatan
Aku ingin ayah tetap disini
Saebab akku masih rindu kesederhanaannya
Dan setianmu pada tuhan
Ayh, sunggu kau penuh cahaya
Jiwamu tenang dan tetap tersenyum
Walau hidup seperti ini
Terkadang aku berpikir…..
Bagaimana jiaka saat nanti kau dipanggil tuhan?
Aku meminta dan memohon pada Allah
Izinkan aku hidup bersamanya
Jerih payahmu menuntunku pada sebuah batas pendidikan
Kau yang tak pernah menyerah akan kerasnya hidup
Untuk memberiku jembatan kebahagiaan
Aku sadar sebagai anakmu belum memberikan sepenuh hati
Tapi suatu saat nanti aku akan curahkan segalanya
Pengabdian yang tulus samapai usia senja
Doaku senanatiasa bersamamu
Ayah, yang tak tertandingi
Adalah bak nafasku
Aku tahu setiap langkahmu tentu suci
Kau tak pernah mengeluh
Kau tak pernah berhenti mengejar karunia Allah
Bagiku kau adalah kekasih yang terindah
Saat aku masih ingat dirimu
Berjalan demi masa depanku
Dan air mata ini selalu menjadi teman curhatku
Seakan kau ada di dekatku
Ayah…..
Cintaku semoga menjdi impian tuk mengabdi padamu
Disepanjang usia
Aku akan selalu mengenangmu
Memahat namau dalam hati yang rindu
TANGISAN YANG TULUS
(DARI IBU)
(1)
Sepertiga malam yang kelam
Ada cahaya menyapa rumahku
Wajah penuh harapan bersujud
Menangis tanpa desahan nafas
Doa-dao terus melayang ke langit
Berharap tuhan mengamini
(2)
Mulutnya tak pernah berhenti
Memuji dan mengaji tangan kanannya
Memutar-mutar biji tasbih
Subhanallah, astaqfirullah,
bacaan-bacaan itu terus dilantunkannya
dengan penuh khidmat
Dan aku mula mengerti
(3)
Tak sedikit ia keluhkan pada tuhan
Termasuk untuk masa depan putra-putranya
Apa yang dimiliki segalanya dikorbankan
Tulus dalam menyayangi anak-anaknya
Dia adalah ibu yang sabar
Dia adalah mahkota
Dia adalah guru besar
Dan yang paling penting
Dia adalah hidupku
JEJAKMU ABADI
Berjuta makna dan kata
Kau ajarkan saat menjelang siang dan malam
Kalimat-kalimat mengalir deras
Seakan tak kenal simbol-simbol
Tausyiyah, fatwah dan petuah
Mengisia hari-hari tal terlewati
Kau bangun sikap serta kepribadiaanku
Lewat ajaran moral dan akhlak
Bak tanah gersang bermandikan hujan
Dua puluh liama tahun
Aku menjalani kehidupan
Penuh suka cita bersamamu
Saat malam hadir kisah-kisah sejarah kau dongengkan
Terima kasi ibu………….
WAHAI PAHLAWANKU
(untukmu ayahku)
Semoga kesejahteraan senantiasa bersamamu
Semoga Allah yang maha esa bekehendak
Memberimu kedamaian
Pahlawanku, lantaran jerih payahmu aku sampai disini
Tapi aku masih sedih
Karena engkau belum minta apa-apa
Tapi semoga doa-doaku menjadi
Penebus segalah keringatmu
Wahai pahlawanku
Kau telah ajarkan aku
Melukis sejarah kehidupan
Kau juga yang telah mendidikku
Menjadi orang yang tegar
Bila raut wajahmu menghampiri angan-angan
Kau selalu tersenyum
Kau selalu mengajarkanku mawas diri
Wahai pahlawanku
Hari ini aku ingin mendeklarasikan pada jiwa
MEARDAEKA….!!!
ENGKAU PATUT AKU TELADANI
Ayah, aku amat mengagumimu
Sejak kecil kau tak bosan menghiburku
Hingga detik ini pun kau tetap
Aku berdoa pada tuhan yang memiliki segalanya
Agar kau dirikan anugearah yang tinggi
Andai kata aku diberi pilihan
Dan kesempatan
Aku ingin ayah tetap disini
Saebab akku masih rindu kesederhanaannya
Dan setianmu pada tuhan
Ayh, sunggu kau penuh cahaya
Jiwamu tenang dan tetap tersenyum
Walau hidup seperti ini
Terkadang aku berpikir…..
Bagaimana jiaka saat nanti kau dipanggil tuhan?
Aku meminta dan memohon pada Allah
Izinkan aku hidup bersamanya

.jpg)