Tiba-tiba aku jatuh cinta

Pagi yang lembut nan indah dibaluti mentari yang membusung dibalik hamparan alam semesta, mencoba menghantarkanku bersuwa bersama bianglala yang bergelantung pada tiang cakrawala, sementara itu………,cahaya telah terbuka dari jendela langit ini petanda sinar akan tumbuh. Aku pun segera berbisik pada burung-burung camar di dekatku agar pesanku disampaikan pada wajah cantik dibawah pohon kerinduan, ia adalah perawan yang lahir tanpa nama adalah seorang penawar saat keresahan dan kebingunan menyelimuti hati, pesona hidup kembali bangkit bahkan rumput yang telah kering mulai bersemi lagi ,adalah segalah isi bumi seakan tersirami oleh keindahannya. Aku yang berada ditempat itu tak sanggup membayangkan betapa mempesonanya apa lagi saat aku berlindung sungguh kehangatan merasuk penuh cinta, sesekali aku tersenyum. ini adalah kenyataan yang bersenandung pada jiwaku yang mungkin juga agak sulit untuk aku bayangkan sebab, baru saat ini aku temukan keabadian hinggap dan bertengger kuat pada desahan nafasku semuanya terasa indah saat ia tawarkan senyum tipisnya padaku, beribu kata tak mampu mewakili setiap langkahnya makna-makna penuh simbol menjadi tanda kehendaknya. Aku sedikkit terdiam saat dia menatapku dalam bahasa perasaan, apalagi saat sesungging senyumnya kembali merayap menghampiri juataan aura yang ada di setiap kepakan sayapku. Semua keraguan tiba-tiba hilang dalam anganku lantaran sinarnya mengalir lembut bak pungguk rindukan rembulan saat purnama tiba. Malam kembali memutar ciptakan desir angin, suara merdu jangkrik memetik suasana hening. seruling alunan sahdunya membuatku sulit melupakannya, wahai kau yang penuh cinta ajarkan aku menyulam kasih sayang agar aku mampu menyimpan perasaan dalam hidupku kau tak lebih seperti jembatan yang menghubungkan dua jiwa dalam beribu arah untuk menyatukan jalan yang tak ada batas. Betapapun malam adalah pekat, tapi gemerlap akan


tetap menatap rumahku dari balik atap, kemana dia pergi disana jiwaku kan mengikuti langkahnya, biar pun aral membentang tajam pasti nanti kutendang, sebab aku ingin agar cintaku padanya semakin dalam dan kokoh seperti cintanya romeo pada Julia yang tak pupus termakan kepingan egoisme dunia. aku jatuh cinta di buatnya. sampai-sampai aku tak ada waktu buat berpaling darinya sungguh aneh cinta tak pernah memandang sebelah mata, ia melihat sekalipun terhalang kabut apapun ia selalu memberi tanpa di minta juga tak pernah kotor oleh gelombang kepicikan manusia ia suci dari yang maha suci.
Akhirnya cinta yang selama ini aku rendam dalam-dalam di dasar hati yang kosong terkuat di hati perawan desa yang sederhana itu, perhatian dan tutur katanya membuatku ingin memilikinya sepenuhnya ya… Sepenuhnya! Agar tak ada peluang untuk yang lain, dia begitu amat sangat berarti bagiku sampai-sampai pada suatu hari aku berucap padanya: apapun yang membuatmu senang adalah kebahagiaan sepenuhnya untukku, tuhan mengapa aku jatuh cinta padanya? salahkah aku? Wajahnya senantiasa meghampiriku di waktu aku terlelap dalam tidur sejenak, itu tak jarang aku jumpai di setiap hembusan angin malam yang mendesir di ketinggian pohon yang menjadi tanda akan adanya mimpi mendekam dalam tidurku. Tiba-tiba rasa indah membius kepingan hierarki mimpi-mimpi seakan tak pernah canggung lagi melangkah menghampiri malam sepihku, ada kehangatan terperosok dalam batinku menjalar layaknya aliran darah, maka adalah terminal dimana setiap yang datang akan singga padanya. Mimpi itu benar-benar menjadi teman sekaligus kanca tidurkku, hembusan nafasku beserta semerbak tubuhnya menghempas tajam persis seperti biang lala bergelantung di bukit kaki langit. Rasa damai titba-tiba datang mengejarku hingga aku tak sadarkan. Hampir setiap malamnya wajah manis itu melambai baik dalam mimpi malamku tak juga anganku. Aku berharap suatu saat nanti ia menjadi tambatan hati sekaligus teman hidup dan matiku, aku begitu amat ingin menyandingnya dan jika nanti waktunya sudah sampai di ujung penantian aku tak kan lupa buatkan ia
0 Responses